Kamis, 20 Juli 2017

a tribute to chester bennington

selamat pagi chester. bagaimana rasanya? sudah merasa lega?


ah serius, saya sedih luar biasa mendengar kabar chester memilih untuk mengakhiri hidupnya hari ini. kenapa chester? apakah hidup terlalu berat?

bagi saya chester dan linkin park adalah pahlawan masa muda. dia menyelamatkan banyak jiwa dari kegalauan. dia membuat banyak hati merasa di puk-puk dan merasa "hey kamu tidak sendirian". dia mampu menyampaikan kesedihan dan rasa marah yang jamak dirasakan dan hanya perlu disuarakan lewat lagu-lagunya saja. iya, berhenti di situ saja, kemudian semua menjadi jauh lebih baik. karena kad mengetahui bahwa apa yang sedang kita rasakan juga dirasakan orang lain, itu sudah cukup.

di usia sekarang, kegalauan saya sudah beda tentu saja. bukan lagi kemarahan, pengekangan, protes atas banyak hal. dan saya sangat berterima kasih, chester membantu saya melalui banyak hal tidak menyenangkan di masa remaja saya.

kadang saya membandingkan masa remaja saya dulu dengan remaja zaman sekarang. zaman dulu, menjadi anak tidak populer, itu cukup dengan menenggelamkan diri dalam lirik lagu dan buku-buku. bayangan teman-teman populer cukup hanya ada di sekolah dan tempat les saja. selebihnya saya punya dunia saya sendiri. mendengarkan musik, membaca, dan selesai semua perkara untuk sementara. menjadi remaja jaman sekarang memang sepertinya jauh lebih berat. tidak hanya di sekolah, di rumah, di tempat les, bahkan ketika tidur pun hidupnya dibayang-bayangi kecemburuan atas hidup orang lain yang seolah sempurna. instagram, facebook, line, somehow menjadi mesin pembunuh baru. remaja tidak lagi memiliki dunianya. dunia dikendalikan oleh selebgram-selebgram biadab yang naudzubillah itu. saya sendiri tidak membayangkan jika saya hidup sebagai remaja di zaman seperti ini. menjadi liyan di jaman serba jamak itu seperti kutukan.

kembali ke chester. saya ingat saya dulu seperti apa. sering sekali merasa tenang setelah mendengarkan chester dan kawan-kawannya. mereka benar-benar pahlawan. musik mereka menyuarakan isi hati banyak orang, liriknya bagus, pendalamannya luar biasa, musik dan klip selalu digarap dengan sangat-sangat serius, mereka adalah pahlawan yang sempurna.

lagi, kenapa sih chester? padahal sudah banyak orang yang terselamatkan karena kamu :(


saya sangat kehilangan :(




ps : saya sampe nangis. haha... dan saya mendengarkan playlistnya dari tadi :(



Selasa, 04 Juli 2017

Pre marriage syndrom

Jadi saya barusan browsing tentang pre marriage syndrome. Iya, tentu saja orang macam saya adalah sasaran empuk sindrom macam ini.

Jujur kepala saya berat, pengen muntah, tidak bisa konsentrasi, pengen nangis terus, merasa banyak hal tidak tepat, merasa banyak hal belum fix, dan sebagainya.

Dari artikel yang saya baca, sindrom pra nikah bisa disebabkan banyak hal. Mulai dari persiapan, pasangan, sampai keraguan.

Untuk saya masalah terbesar adalah persiapan. Pasangan saya sudah sempurna di mata saya dan keraguan juga tidak ada. Hanya hal kecil tentang persiapan ini yang justru membuat saya tidak bisa tersenyum dan rileks. Saya merasa banyaaaaaak sekali hal yang harus dilakukan. Dan saya merasa lelah.

Oke saya list saja :

Katering : done. Apakah ada yang membuat kecewa? Tidak ada insya Allah. All done.

Baju : done. Gaun saya cantik. Hanya tinggal buat terima tamu saja. Somehow saya merasa kadang orang orang terlalu cerewet, dan kalau saya mendengar kecerewetan mereka, kepala saya mendadak mendapat beban jutaan kilo.

Undangan : bisa diatasi. Ada beberapa yang kesingsal, tapi bisa diatasi.

Souvenir : insya Allah pas.

Fotografer : saya ngga suka orangnya. Alasannya : menurut saya dia selalu bicara menyakitkan hati. Seperti tidak pernah bicara dengan perempuan. Seperti batu. Seperti orang lain selalu salah. Entah bagaimana membenahi ini. Entah bagaimana mengatur emosi.

Bersih bersih rumah : unfinished work. Haha.. Tapi ini bisa dihandle lah

Beli beli barang : semi unfinished work. Hahahaha

Ah ya... Bismillah. Saya harus paham tidak ada yang sempurna. Saya harus paham ini bukan kerja satu kepala. Saya juga harus paham, ini bukan sesuatu yang kalau saya ngga suka bisa ditinggal begitu saja.

Belajar ya nduk.. Belajar ya....

Rabu, 21 Juni 2017

3122

Dari dulu saya sempat mikir, apakah saya akan menikah di usia ke 31? Dan apakah suami saya akan lahir di tanggal 31? Yes, been lookin and waitin for that.

Kenapa 31? Karena plat si Ibrit, motor yang sudah seperti manusia itu said so. 3122. Entah kebijakan kepolisian atau dishub, tapi meskipun sudah seharusnya ganti nomor baru, Ibrit tetap saja setia dengan 3122 nya. Dan karena bayang bayang plat ini juga, saya cinta setengah mati dengan angka 4. Dan memang banyak hal penting di hidup saya berhubungan dengan angka 4.

Ah ya, sudah tanggal 22 lagi. Tapi entah kenapa rasanya tidak spesial ya.. Hahaha.. Mungkin karena semalaman saya demam dan sampai sekarang tonsil saya masih sakit, sehingga mood saya juga ngga seberapa bagus.

Anyway, selamat ulang tahun saya. Selamat bertambah dewasa. Selamat belajar menjadi orang yang lebih sabar, yang ngga gampang panik, yang kalem, yang bisa menyeimbangkan banyak hal. Selamat belajar melakukan banyak hal sekaligus, selamat belajar menjadi istri yang menyenangkan dan menenangkan, selamat belajar menurunkan ego, selamat mempelajari banyak hal baru sebentar lagi. Semoga acaranya nanti lancar (karena jujur, cuma itu yang ada dalam kepala saya saat ini), diberi pernikahan yang diridhoi dan penuh berkah, langgeng, bahagia dan menenangkan.

Semoga apa lagi ya? Haha.. Ah ya, untuj saat ini saya punya wishlist baru. Semoga nantinya saya bisa berkolaborasi dengan suami saya untuk banyak hal termasuk yang berkaitan dengan pekerjaan kami. Hihi, saya membayangkan kami akan bekerja sama. <3

Ah ya, semoga saya segera punya semangat besar untuk buka toko online, sebelum toko online dikenai pajak pemerintah.. Haha..

Well, ini adalah ulang tahun paling absurd dan tidak menye menye yang saya miliki belakangan. Terima kasih Hidup :*

Selamat 3122 saya :D

Ps :
1. Saya ngado sesuatu untuk diri saya sendiri. Hahahaha.. Semoga barangnya segera datang dan bermanfaat. Dan saya jauh lebih rajin. Dan bisa dipakai untuk menghasilkan uang. Hihi :p
2. Nanti perawatan ah.. Anggap saja tahun ini kado dari diri sendiri banyak :p
3. Thanks Life :*

Rabu, 14 Juni 2017

The Answer

karena menikah bukanlah jawaban atas semua pertanyaan ketika anda masih lajang. meskipun semua lajang mengharapkan demikian.

somehow menikah berarti masalah anda bertambah, kepala anda menjadi lebih pusing, semakin banyak hal yang dipikirkan, kenyamanan-kenyamanan yang berkurang sekaligus bertambah, and so on, and so on. tapi saya masih ingin melakukannya.

beberapa hari belakangan, saya disibukkan dengan usaha mencari kosan. ah....sungguh mencari kos adalah hal paling menyebalkan. saya sudah sering bercerita berkali-kali bahwa mencari kos itu ibarat mencari jodoh. susah-susah gampang. bisa jadi kita langsung ketemu, bisa jadi kita harus berputar-putar, putar balik, jalan lurus, belok kiri, tersesat, kemudian ketemu begitu saja. dan somehow, itu tidak menyenangkan. melelahkan. tapi, ya itu bagian yang harus dilewati.

belum lagi saya kepikiran barang-barang saya yang luar biasa banyak, dan saya tidak tahu bagaimana harus mem-packingnya, sepeda pancal saya, buku-buku yang berat itu. ya Allah.. kadang membayangkannya saja sudah sedemikian berat. ada perasaan begah, malas sekali pindah, malas keliling mencari tempat baru, adaptasi dengan tempat baru, malas kesasar, malas mengetuk satu persatu pintu untuk melihat apakah tempatnya sesuai atau tidak, dan Allah.. sungguh membayangkannya rasanya sudah mual...

saya masih ingin melakukannya. saya masih ingin tinggal satu rumah dengan suami saya nantinya. tapi sungguh...

ya, mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. ini harus segera dibereskan. semangat.




.


Btw, nulis tentang wedprep ini seru juga ya :D
btw juga, gaya bahasa saya berubah lagi :P

Minggu, 11 Juni 2017

Saya pernah menunjukkan alamat blog ini pada laki-laki saya. Tapi saya tidak tahu apakah dia masih ingat atau tidak. Dan sepertinya dia lupa. Haha..

Saya sebenarnya mengamini kata Nuran, pernikahan adalah hal sederhana, tafsirannya yang membuatnya hebat luar biasa. Dan urusan pernikahan ini akhirnya membuat saya benar-benar merasa lelah. Secara fisik dan pikiran. Saya baru tahu dan merasakan bahwa banyak hal kecil yang ternyata bisa mempengaruhi cara otak dan hati kita bekerja. Apalagi bagi perempuan, mudah sekali tersulut.

Saya sebenarnya adalah orang yang sangat tidak pedulian. Tapi ketika terus terusan saya mendengar tentang hal yang sama, akhirnya ya jatuh juga. Terbawa emosi juga. Beberapa orang bilang bahwa wajah saya seperti ngga ada darahnya. Hahaha..

Jika ditanya apakah saya sempat mempertanyakan apa yang saya lakukan? Iya. Berkali-kali. Bodohnya saya.

Tapi saya bersyukur saya memiliki orang tua dan saudara yang tidak pernah lelah mengingatkan untuk bersabar. Meskipun memang saya kurang sabar sebenarnya. Proses ini terlalu lama menurut saya. Juga orang tua dan keluarga baru saya, yang mungkin saya memang tidak paham, tapi mereka juga mempersiapkan ini dengan luar biasa. Dan yang jauh lebih beruntung, saya memilikinya. Laki-laki yang tidak pernah menyerah. Laki-laki yang walaupun saya tahu dia sesebal apapun terhadap saya atau apapun yang saya lakukan, dia bersabar.

Somehow, tokoh antagonisnya adalah saya. Perempuan penggerutu, tidak sabaran, selalu emosional, dan terlalu sering nggondok untuk hal yang tidak jelas.

Tapi memang, masalah pernikahan ini adalah sesuatu yang luar biasa baru untuk saya. Banyak hal yang saya tidak pahami. Banyak hal yang saya tidak ketahui. Banyak hal yang sebelumnya saya pikir bisa diselesaikan dengan mudah tapi ternyata tidak.

Tentu saja saya punya pembenaran. Seperti biasa. Haha..

Terbiasa hidup sendirian, menyelesaikan semuanya sendirian, menganggap bahwa semua hal bisa diselesaikan sendirian, itu tidak baik ternyata. Karena ya itu, diri kita sendiri belum tentu baik. Belum tentu benar. Belum tentu mampu. Belum tentu bermanfaat untuk banyak pihak, bahkan bisa jadi justru meresahkan banyak orang.

Peristiwa kemarin mengajarkan saya banyak hal. Saya ternyata secemen itu ya. Dan saya ternyata sedangkal itu. Dan rasanya saya pengen langsung berubah. Saya pengen jadi lebih sabar, lebih dingin, ndak gampang marah lagi. Karena ternyata banyak, banyak sekali orang yang peduli terhadap saya seberapa bebalnya saya. Banyak orang yang peduli dengan apa yang akan saya hadapi di depan. Dan seharusnya saya tidak ambil pusing dengan hal-hal kecil yang tidak penting itu.

Ya, ini semacam muhasabah.

Minggu, 04 Juni 2017

3 1

Sebenarnya sudah tidak ada mood untuk post. Tapi saya selalu kangen ngeblog.. Haha..

By the way, pekerjaan saya terbengkalai. Saya ditawarin banyak kesempatan ini itu tapi saya malas melakukannya. Ketika yang lain sibuk berebut angka kredit, saya justru di sini membaca quotes pinterest tentang how to boost your marriage =))) am not even married yet :p

Sebentar lagi saya 31, dan akhirnya semua keinginan saya tercapai. Saya menyelesaikan studi saya, saya menjadi seorang pengajar, dan saya akan menikahi laki-laki yang saya ingin nikahi, laki-laki yang saya sayang luar biasa dan saya percaya kami akan mempunyai banyak hal baik di depan. Tentu saja beberapa list dari 6 tahun lalu atau 9 tahun sejak saya nge blog, list yang selalu saya buat ketika berulang tahun, ada yang tidak tercapai. Tapi tentu saja itu bukan hal besar. Misal, ke praha atau ke bandung, haha, saya absurd sekali :p

Beberapa hari lagi, saya resmi berusia 31 tahun. Saya bukan lagi pengejar karir, saya juga tidak terlalu pusing dengan angk kredit, publikasi scopus, ataupun hibah. saya cukup menjadi pengajar yang baik dan bermanfaat itu saja. List saya tahun ini pun akhirnya berkurang banyak. Saya hanya ingin menjadi pasangan hidup yang baik dan membangun keluarga yang menyenangkan dan menenangkan hati dengannya. :)

Amin :)

Minggu, 14 Mei 2017

Wedprep

Sudah lama ngga lebay ya. Hahaha.. Iya sih sekarang sudah ada yang mau mendengarkan semua kelebay-an saya dengan sangat sabarnya.. Hihi..

Saya memasuki satu fase baru. Mempersiapkan banyak hal untuk pernikahan kami. Bukan pernikahan besar tentu saja. Bahkan bisa dibilang sangat sederhana. Tapi somehow, saya bahagia menjalaninya..

Pada fase ini ada banyak hal baru yang saya pelajari dari laki-laki saya. Saya yakin dia juga. Entah apakah ini perasaan saya saja atau saya yang berlebihan seperti biasa, tapi saya merasa we do have stronger bind by now. Mungkin karena ada banyak hal yang harus kami selesaikan bersama, menghadapi banyak permasalahan bersama, dan somehow saya merasa kami selalu berhasil menyelesaikannya.

Jujur sebenarnya fase ini menguras fisik luar biasa, apalagi saya yang sebenarnya sangat tidak bisa cape.. Tapi ini menyenangkan. Sangat. Kami berhitung dengan apapun yang kami punya, membuat penyesuaian penyesuaian, hunting kesana sini, berdebat tentang banyak hal, but in the end kami toh akhirnya bersepakat. Hunting souvenir, berpanas pans dan bercape cape membelah PGS yang seperti dawet itu, berdebat tentang desain, dia yang selalu mengalah, dia yang rela berkali-kali pp mojokerto Surabaya meskipun saya tahu pekerjaannya juga sedang padat luar biasa.

Somehow, we both know that we are phisically exhausting. Tapi ini menyenangkan...

Dan sebenarnya dalam proses ini pun kami banyak dibantu orang baik.

Saya harap nantinya ketika kami sudah benar-benar menikah, kami masih bisa seperti ini. Masalah apapun bisa diselesaikan dengan singkat, dengan banyak senyum setelahnya, dengan kesabaran luar biasa untuk kami berdua, dengan kompromi, dengan apapun yang membuat kami paham bahwa ini untuk kami.

Kami bukan pasangan sempurna. Dia juga tidak sempurna, apalagi saya. Tapi somehow apapun yang kami hadapi sekarang adalah sesuatu yang saya bayangkan sejak dulu. Seseorang yang ada, yang sabar sekali menghadapi saya, yang mau berusaha bersama, yang tidak pernah menyerah, mau diajak cape, diajak panas panas, diajak bersenang senang sekaligus bersusah susah.

I have all I asked. :) Thanks Life :)

Diberdayakan oleh Blogger.

Gallery

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *