Senin, 13 November 2017

Selamat pagi Baby Fa - 4

Selamat siang Dek.. Lagi apa? Masih cape kah? Maaf ya mama masih selalu berpikir bahwa kondisi mama sama saja dengan yang dahulu. Semenjak ndak muntah lagi, mama pikir kita sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Ternyata ngga ya..

Mungkin memang saya nya yang terlalu egois ya.. Terlalu ngga bisa ngatur waktu dan masih meledak ledak sama kaya dulu. Ngikut kegiatan ini itu, bersemangat sekali ketika seneng, setelah itu loyo. Haha.. Lupa kalau di dalam ada Adek yang perlu diperhatikan juga.

Maafin mama ya dek..

Adek baik-baik ya di sana. Yang aktif di dalam sana. Nendang2 juga gapapa :* Buat sementara, biar mama yang sibuk sama keruwetan yang mama bikin sendiri. Adek bantu mama ya. Semangatin mama :*

Ps : saya pernah nulis, bahwa kalau perempuan ngga cantik itu tandanya ngga bahagia. Well, sebenarnya paska menikah saya justru merasa saya sangat tidak cantik lagi. Hahahhaa. Tapi ternyata saya juga baru paham, kalau cape itu juga bisa bikin ngga cantik. Perubahan hormon juga begitu. Well, perubahan status, perubahan aktivitas, perubahan rute, perubahan hormon, perubahan fisik, itu menguras tenaga sangat ternyata. Dan saya kaget. Dan saya ngga terbiasa, karena biasanya hidup saya adalah kumpulan dari kata semau saya. Jadi.. Kalau ada perempuan yang ngga cantik paska dia menikah atau hamil, jangan keburu di judge ya. Bisa jadi dia sedang struggling dengan banyak perubahan, terutama perubahan hormon dalam dirinya yang luar biasa hebat. Well, pms aja bisa bikin orang jadi jelek, apalagi hormon yang terus bergolak selama 9 bulan nonstop..

Rabu, 25 Oktober 2017

Selamat Pagi Baby Fa - 3

Selamat pagi Dek. bagaimana di dalam sana? tadi suka ngga sama rawonnya? suka ngga sama hazelnut float-nya? jangan dimuntahin ya dek.. eh, ngga papa ding muntah, tapi nanti pas di rumah saja ya. jangan pas di kampus, di jalan, di atas gojek, di kereta, di rumah saja ya...

terima kasih ya dek, semalam sudah sangat pengertian. muntahnya pas sudah di kosan. ahh.. I love you Dek. mama juga berterima kasih hari ini mau diajak ngetik dan kerja selama 1,5 jam. setengah jam lebih lama dari biasanya. papernya masih banyak yang harus dikerjakan. laporan belum disentuh sama sekali dan belum tau apakah bisa disetujui atau nggak. yang penting kita berusaha ya dek.

ah ya, hari ini mama melihat banyak teman mama sibuk banget mempersiapkan proposal penelitian. hehe, mama iri. mama juga pengen. tapi mama paham kok dek, untuk saat ini mama hanya ingin fokus sama adek saja. kita selesaikan semuanya satu satu ya dek. pelan-pelan saja. dan bagaimanapun hasilnya nanti, mama diingatkan ya dek biar ngga kecewa, biar ngga gampang tersulut emosinya, biar bisa menerima. mama diajarin sabar ya dek. mama diajarin ngga ongso-ongso ya dek.


luv,

Selasa, 24 Oktober 2017

Selamat pagi, Baby Fa - 2

Selamat pagi Dek. Terima kasih ya kemarin sudah sangat baik. Tidak muntah sama sekali meskipun tetap saja kita ngga kemana-mana. Hahaha..

Dek, kangen nge mall ngga? Nge mall yuk kita hari ini? Semoga kamu bahagia hari ini di dalam sana dek, biar bisa jalan kita :*

Btw dek, hari ini mama pengen selesaiin paper. Bantu mama ya Dek. Nanti kita conference lagi. Semoga kamu suka dek dengan apa yang mama lakukan hari ini dan apa yang mama rencanakan minggu depan. Tapi tetap, kenyamanan adek yang utama. Yes, semoga adek bahagia hari ini. Kita kerja keras dikit ya dek :*

Luv,

Senin, 23 Oktober 2017

selamat pagi, baby fa!

selamat pagi, dek. sedang sibuk apa di sana? pardon ur ma, karena beberapa hari dilanda mood yang sedemikian jeleknya. ah ya, kadang mama hanya ingin orang lain tahu, bahwa ini bukan hal yang mudah. perubahan hormonal yang drastis, perubahan fisik, perubahan kesehatan, perubahan daya tahan, perubahan banyaklah. mungkin mama memang tidak setangguh banyak perempuan di luaran sana, dek. maafkan mama.

ah ya dek, mulai hari ini sepertinya mama ingin membuat catatan khusus untuk adek nanti. perkembangan mama, perkembangan adek, perkembangan apapun, termasuk mimpi mama, keinginan mama, banyak hal yang ingin mama lakukan. ya, I need to share it with you, dek.

hari ini seperti biasa, mama pengen melakukan banyak hal. tapi seperti biasa pula, mama tidak tahu apakah akan kesampaian semuanya atau tidak. haha...

mama pengen ke toko buku dek. mama pengen beliin adek buku-buku jostein gaarder, membacakannya untuk adek. mama pengen imajinasi adek berkembang sehebat itu. dan mama juga pengen dan butuh ke toko kacamata nanti sore. harus dengan ayahmu dek. jadi tolong, kalau nanti muntah, pas kita sudah sampai kosan saja ya. pas sudah beres jemput ayah dan selesai nukar kacamata. hari ini mama boleh minta, tolong jangan muntah di pinggir jalan ya dek. bukan karena malu, tapi mama tau, adek juga cape kan tiap kali habis muntah gitu? adek sakit kan? jadi lebih baik, kita belajar muntah di kosan saja ya.. biar setelahnya kita bisa langsung istirahat. boleh ya dek?

luv,

Kamis, 12 Oktober 2017

Where has the feminism spirit gone?

Saya dulu menyebut diri saya sebagai seorang yang amat sangat mandiri. Saya berani bepergian kemanapun sendirian, saya berani mengambil resiko besar atas hidup saya dan menanggungnya sendiri, saya bahkan bisa ngangkat galon sendirian, haha.

Dan dengan bangga saya proklamirkan diri saya sebagai seorang feminis. Hahahaha

Setelah menikah, ternyata banyak hal berubah, termasuk kefeminisan saya. Saya bukan lagi orang yang bebas, yang melakukan apapun semaunya sendiri. Sekarang, bahkan nge royal atau nge delta sekalipun, saya ngga mau kalau ngga sama suami. Meskipun itu artinya saya harus mengorbankan keinginan belanja belanja yang kadang menggebu. Haha... Tapi rasanya saya rela begitu saja. Rasanya saya memang ingin melakukan itu.

Ah ya... Ada naluri memang yang tidak bisa dilawan.

Dan mungkin sebenarnya feminism itu juga hanya bagian dari self defense mechanism. Upaya melindungi diri sendiri atas apapun yang tidak ada jaminannya. Sementara ketika menikah, diyakini atau tidak, kita sudah menyerahkan hidup kita. Karena itu, ketika jaminan sudah didapat, maka naluri asal kembali lagi.

Ah. Ngomong apa saya ini.

Semoga malam ini ndak muntah ya. Hahaha

Kamis, 05 Oktober 2017

Hyperemesis Gravidarum - 2

Per hari ini berat badan saya turun lagi. Sekarang jadi 52, hampir sama dengan berat badan akhir saya ketika diet mayo dulu. Saya masih muntah tidak mengenal tempat dan waktu, meskipun mostly malam hari.

Kalau dulu saya pasti bahagia sekali berat badan saya turun. Tapi sekarang sedih rasanya..

Proses ini memang berbeda setiap orangnya. Ada yang nafsu makannya berlipat lipat, ada yang ngga mau makan, ada yang pengen banget bisa makan tapi ngga bisa. Semua memiliki konsekuensinya sendiri sendiri. Ada yang harus mbatin setiap hari, hari ini naik berapa kilo ya. Ada yang juga nangis tiap hari habis muntah sampai keluar cairan kuning yang pahit luar biasa itu, bahkan sampai ngga ada lagi yang bisa dimuntahkan. Sedih tiap kali liat timbangan bergerak ke kiri, dan mikir : Dek, kamu cukup makankah?

Mungkin hamil memang bukan proses yang mudah untuk siapapun. Apalagi untuk newbie macam saya. Yang seringkali hanya melihat bahwa ibu hamil itu bahagia ya, wajahnya tambah cantik ya, kelihatannya menyenangkan ya.. Faktanya mungkin tidak selalu seperti itu. Ada banyak perjuangan yang harus dilalui. Ada banyak konsekuensi yang harus ditelan sendiri tanpa perlu orang lain tahu. Ada tangis diam diam saat merasa banyak hal tidak sesuai yang dipikirkan.

Ini memang tidak mudah. Tapi bukan berarti tidak mungkin dijalani. Dan tadi laki laki saya mengirimkan twit dari @perfectbabies. Hahahaha... Kalau melihat bayi bayi selucu itu, rasanya semua sakit worth to feel ya.

Saya mungkin hanya harus terus menerus belajar, itu saja...

Minggu, 01 Oktober 2017

Hyperemesis Gravidarum

Jadi beberapa hari lalu, suami tanya pada seorang teman yang punya profesi dokter. Katanya saya ada kemungkinan kena hyperemesis. Yang saya sendiri tahu tentang hyperemesis ini adalah sindrom yang katanya dialami juga oleh Kate Middleton.

Beberapa minggu terakhir, muntah saya memang parah. Saya sudah cerita sebelumnya kalau saya tidak bisa makan apapun. Dan sebenarnya yang bikin parah adalah omongan dari orang lain. Yang bilang kehamilannya lebay, yang seharusnya mensugesti diri sendiri, yang seharusnya dipaksain maem tiap kali abis muntah. Hahaha... Saya masih pengen emosi tiap kali dengar ada yang bilang seperti itu. Kalau kita bisa makan banyak, ya pasti makan banyak. Wong yang dipikir sudah bukan diri sendiri ini.

Sabtu kemarin saya ngedrop. Mulai kamis malam sebenarnya perut saya tidak kemasukan apapun. Yang lebih parah, mental saya drop juga. Rasanya sudah ngga kuat. Rasanya kehamilan terasa sangaaat berat. Rasanya saya bersalah besar pada baby saya. Dan jauh lebih nyesek ketika merasa tidak didukung.

Saya kemudian mencari artikel tentang hyperemesis. Dan voila, merasa tidak sendirian itu menyenangkan. Ternyata banyak yang mengalami sindrom ini. Banyak yang merasa tidak didukung lingkungan juga. Dianggap terlalu manja dan berlebihan. Banyak yang merasa tidak didukung orang terdekatnya, karena semua dianggap wajar. Hahahaha... Muntah sehari lebih dari 10 kali itu wajar dari mana.. Dan rasanya pengen bilang, emang pernah muntah berkali-kali pas perut udah ngga ada isinya sama sekali? Pas tenaga sudah habis luar biasa? Tapi sudahlah..

Wah, kok saya jadi nyinyir ya.. Padahal tadi niatnya sharing tentang hyperemesis. Oke, jadi siapapun yang kesasar ke sini gara2 hyperemesis, tenang mbak.. Anda ngga sendirian kok.. Ada banyak perempuan yang mengalaminya juga. Kalau Anda merasa mentally drop, tenang mbak, saya juga.. Haha.. Kalau Anda bingung apa yang harus dilakukan, tenang saya juga.. Kalau ngga tahu apa lagi yang harus dan bisa dimakan, kalau bertanya gimana caranya mual ini bisa beres dan bisa maem sepuasnya, well, sepertinya itu jadi pertanyaan kita semua..

Intinya, temukan dukungan dari manapun. Dari internet, dari artikel abal abal, dari jurnal ilmiah, apapun untuk mendukung bahwa ternyata kita ngga sendirian, ternyata kita ngga lebay. Ini bekerja sangat baik, terutama untuk psikis kita.

Btw, mengatasi ini, saya akhirnya menyerah. Saya yang dulunya memutuskan untuk tidak ngobat selama kehamilan, akhirnya harus nyerah juga. Saya minum ondansetron 4mg. Dan hasilnya lumayan baik. Kemarin saya sudah mulai bisa makan, walaupun masih mual dan muntah, tapi masih dalam taraf wajar. Hari ini pun, saya merasa baik-baik saja. Belum mual sama sekali.

Well, saya berani minum ondansetron karena banyak ibu ibu hyperemesis yang juga mengkonsumsinya. Dan mereka baik-baik saja.

Bismillah ya Dek, ini juga baik buat kita.

Ah ya Dek, mulai hari ini, ayok jangan dengerin omongan orang lagi ya.. Cukup omongan keluarga saja yang dimasukin telinga dan kepala..

Dan untuk siapapun yang punya syndrome ini, big hug from me... Sampean ndak sendirian.. Ayok nangis kalau memang pas pengen nangis, tapi kita jangan nyerah ya... xxx

Diberdayakan oleh Blogger.

Gallery

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *