Minggu, 10 September 2017

Mojokerto dan hal paling nyaman sedunia

saya selalu ingat sensasinya. ketika motoran dari Surabaya tiap hari Jumat sore ataupun sabtu pagi atau sabtu siang. ketika saya sudah melewati krian, menuju balong bendo, lurus ke tjiwi, sampai ke lampu merah pertama dari arah surabaya di jalanan bypass mojokerto yang luar biasa panas. setelah lampu merah itu, saya akan selalu belok kanan. selalu rute itu.

kanan jalan setelah lampu merah pertama itu adalah jalan raya ijen. jalan yang dalam benak saya menandai perubahan alam, haha. iya, bagi saya jalan itu adalah penanda kota mojokerto pertama.

memasuki jalan raya ijen, maka atmosfer akan luar biasa berbeda. sangat sangat luar biasa berbeda. jalanan surabaya - sepanjang - krian adalah jalanan penuh dengan ketergesaan, penuh dengan ambisi, penuh dengan impian yang harus disegerakan, debu, umpatan, klakson yang berturut-turut panjang, juga kendaraan yang lebar dan besar luar biasa, seolah Ibrit saya adalah david yang sedang melawan goliath.

setelah belok kanan setelah lampu merah pertama, maka atmosfer akan berubah. jalanan yang tenang, udara yang lebih sejuk, manusia yang tidak tergesa, tidak diburu-buru apapun, sepeda-sepeda pancal yang masih mendapatkan tempat selayaknya, anak-anak sekolah yang berjalan kaki dengan sepatu penuh debu, semua seperti berjalan dengan slow motion. dan itu menyenangkan. sangat.

mojokerto itu tenang. dan nyaman.

dan sepertinya baby saya pun merasakan hal yang sama. jadi setiap jumat malam saya akan pulang ke mojokerto, balik minggu sore-nya. jika pada hari senin-kamis, saya pasti terkenan sindro muntah-muntah, maka sindrom itu akan hilang seketika ketika saya pulang. badan saya tiba-tiba baik-baik saja. semua makanan terasa enak. saya mau makan apapun. saya tidak mencium bau-bauan yang aneh. mood yang baik, and so on, and so on.

dan ketika minggu malam balik surabaya lagi, semuanya berubah lagi. sama seperti ketika dari lampu merah jalan ijen, belok kanan ke arah surabaya. serba cepat, serba bau jalanan, mual, muntah, dan banyak hal yang ada di luar kendali saya.

ah ya, tapi bagaimanapun, saya harap baby saya tahu, saya berusaaha keras untuk deal dengan itu semua. dengan banyak ketidaknyamanan yang sekarang seolah akrab sekali. saya harap dia selalu menjaga saya, seperti yang dia biasa lakukan..

Minggu, 03 September 2017

Another phase of life

I shouldnt be posting this. But i just cant.

Jadi, saya sedang mengalami fase hidup baru. Fase yang membahagiakan sebenarnya. Tapi somehow, mungkin saya belum benar-benar siap.

Pada fase ini, bentuk tubuh saya berubah. Semua orang bilang saya tambah gendut, tambah hitam, dan tambah jelek. To be honest, lama kelamaan itu berpengaruh juga terhadap saya. Am not seeing myself pretty :( Bukan hal penting, tapi entah kenapa ini penting sekarang.

Mual dan muntah setiap hari itu melelahkan. Semua orang menganggapnya biasa. Tapi tentu saja yang mengalaminya juga lelah. Belum lagi ditambah keletihan keletihan yang tidak penting. Yang dipakai sedikit saja sudah berdampak pada badan yang sangat lemas luar biasa.

Moody berlebihan. Dari awal saya memang moody. Dan kondisi saya sekarang membuat saya justru jauh semakin moody. Semua hal yang tidak sesuai bisa membuat saya manyun seharian. Keinginan yang tidak terpenuhi, warung yang tidak jualan, bau bau yang kurang pas di hidung, nama masakan yang tidak saya sukai, daging, kontrak yang tidak sesuai, bayangan ngajar yang sedemikian padatnya, kaki yang berkeringat, sepatu yang bau, baju yang tidak pas di badan, tidak bisa mandi sore, masuk angin, dan masih banyak daftarnya.

Somehow, saya hanya ingin diiyakan saja. Dan didengarkan. Kemudian di puk puk. Tapi...

Saya pun sebenarnya tidak ingin stress berat seperti ini. Berpikir malam nanti saya pasti muntah, saya ndak bisa makan, itu tidak menyenangkan.

Belum ditambah lagi dengan pikiran bahwa stress akan berpengaruh terhadap baby saya. Saya malah stress.

Juga deadline deadline pekerjaan yang tidak bisa saya selesaikan. Conference yang gagal. Penelitian yang tidak selesai. Jurnal yang tidak terjamah. Aaaaarrrrgggghhhhh

Ini akan berakhir kan? Ini tidak akan berpengaruh pada baby nya kan? :'(((((

Kamis, 03 Agustus 2017

here it comes the (not so) post marriage stories

entah, pada akhirnya saya berpikir bahwa blog ini akan menjadi jurnal pribadi saya sampai nanti-nanti. mulai dari ketika saya patah hati berdarah-darah bertahun lalu (sayangnya, artikel dari tahun 2009 yang kemudian saya hapus, kemudian kembali lagi tahun 2012 dan saya hapus lagi, sudah tidak mungkin dikembalikan, dan kembali lagi tahun 2015 masih dengan cerita patah hati yang sama namun syukurlah tidak saya hapus, haha..), sampai nanti ketika saya akan membesarkan anak-anak saya, bercerita tentang bagaimana mereka tumbuh, cerita tentang suami saya dan bagaimana dia, dan siapa tahu saya berkesempatan bercerita tentang bagaimana saya mendapat beasiswa sekolah lagi nanti, menerbitkan jurnal terindex scopus tiap bulannya (hahahaha), hingga saya mendapat gelar profesor (amin :D).

dan sekarang saya ingin bercerita tentang kehidupan sebulan setelah menikah.

how does it feel? amazing? so-so?

bagi saya ini rasanya seperti kombinasi dari banyak hal. dari merasa sangat terlengkapi, namun ada kalanya saya merasa seperti sangat ah... tapi tentu masih dalam taraf yang wajar.

tapi sekarang sebenarnya saya akan menceritakan satu hal. tentang laki-laki saya.

jadi dia sebenarnya adalah news freak. ya, saya menilainya begitu. dia update sekali berita apapun. sering banyak hal yang saya tidak tahu, saya akhirnya tahu dari dia. sering, ketika kami sedang menunggu makanan datang, ketika saya sedang stalking instagram, dia akan bercerita tentang banyak hal. mulai dari industri garam, sampai regulasi industri ritel, dan hal-hal terkait neuroscientist, atau cerita kartun macam totoro dan ponyo. pernah satu waktu, kalau tidak lupa setelah kami beli setrika dan heater (LOL!) kami berbelok untuk ngopi di warung di kota kami. di sana kami ngobrol berlama-lama, bicara tentang film sampai teori konspirasi, dan sungguh itu menyenangkan. sangat!

pada satu titik, saya sering merasa bahwa semua doa saya tentang laki-laki yang saya inginkan, dikabulkan. dulu, saya sering berdoa memiliki laki-laki yang akan berbicara dalam vibe dan bahasa yang sama dengan saya. dulu saya sering meminta, paling tidak saya akan merasa nyaman bercerita tentang banyak hal tentang dia. tentang semesta, tentang absurditas, tentang ilmu ekonomi dan tentang sejarah (ah, dia hebat sekali pengetahuan sejarahnya. he amazed me!). dulu saya pikir saya adalah orang paling tahu tentang ini itu, tapi ternyata dalam banyak banyak hal, dia jauh tahu lebih banyak daripada saya.

saya bahagia dan bersyukur memilikinya.

dan ah ya, beberapa malam kemarin, entah dia sadar atau tidak, saya mendengarnya menggumam. semoga nanti ketika kami diizinkan memiliki anak, dia akan menjadi scientist. hahaha.. kinda funny, but it makes my heart so ahhh....... :')

kebiasaan-kebiasaannya itu akhirnya membawa kebiasaan baru untuk saya. sekarang, mau tidak mau saya jadi sedikit update. hahaha... saya juga menjadi lebih punya tujuan untuk karir saya ke depan. saya mulai berpikir ingin menulis apa, mencari bahan apa, rencana penelitian jangka panjang, dan banyak hal. meskipun masih belum ada yang saya kerjakan sih.. hihi.. tapi paling tidak gambarang ke depan sudah mulai tertata.

to be honest, pernikahan membawa banyak hal positif untuk saya. setidaknya untuk saya rasakan sendiri. hidup saya sekarang jauh lebih teratur, jauh lebih tertata, sudah tidak pernah galau lagi walaupun masih suka nangis, haha.. jauh lebih bisa berkompromi (meskipun mungkin dia masih banyak mengalah, and he knew it. but at least I do try to compromise, a lot.), jauh lebih bisa berpikir panjang, memikirkaan masa depan, ndak grusa grusu, meskipun masih emosian.


ah ya...


well, next di sini saya ingin bercerita tentang kemajuan paper saya. bercerita tentang project research saya yang ingin saya jadikan bahan disertasi nanti, bercerita tentang conference yang ingin saya datangi dengan kondisi perut yang sudah membuncit (amin..amiinnnnn... :D).


saya banyak minta ya... :')

Kamis, 20 Juli 2017

a tribute to chester bennington

selamat pagi chester. bagaimana rasanya? sudah merasa lega?


ah serius, saya sedih luar biasa mendengar kabar chester memilih untuk mengakhiri hidupnya hari ini. kenapa chester? apakah hidup terlalu berat?

bagi saya chester dan linkin park adalah pahlawan masa muda. dia menyelamatkan banyak jiwa dari kegalauan. dia membuat banyak hati merasa di puk-puk dan merasa "hey kamu tidak sendirian". dia mampu menyampaikan kesedihan dan rasa marah yang jamak dirasakan dan hanya perlu disuarakan lewat lagu-lagunya saja. iya, berhenti di situ saja, kemudian semua menjadi jauh lebih baik. karena kad mengetahui bahwa apa yang sedang kita rasakan juga dirasakan orang lain, itu sudah cukup.

di usia sekarang, kegalauan saya sudah beda tentu saja. bukan lagi kemarahan, pengekangan, protes atas banyak hal. dan saya sangat berterima kasih, chester membantu saya melalui banyak hal tidak menyenangkan di masa remaja saya.

kadang saya membandingkan masa remaja saya dulu dengan remaja zaman sekarang. zaman dulu, menjadi anak tidak populer, itu cukup dengan menenggelamkan diri dalam lirik lagu dan buku-buku. bayangan teman-teman populer cukup hanya ada di sekolah dan tempat les saja. selebihnya saya punya dunia saya sendiri. mendengarkan musik, membaca, dan selesai semua perkara untuk sementara. menjadi remaja jaman sekarang memang sepertinya jauh lebih berat. tidak hanya di sekolah, di rumah, di tempat les, bahkan ketika tidur pun hidupnya dibayang-bayangi kecemburuan atas hidup orang lain yang seolah sempurna. instagram, facebook, line, somehow menjadi mesin pembunuh baru. remaja tidak lagi memiliki dunianya. dunia dikendalikan oleh selebgram-selebgram biadab yang naudzubillah itu. saya sendiri tidak membayangkan jika saya hidup sebagai remaja di zaman seperti ini. menjadi liyan di jaman serba jamak itu seperti kutukan.

kembali ke chester. saya ingat saya dulu seperti apa. sering sekali merasa tenang setelah mendengarkan chester dan kawan-kawannya. mereka benar-benar pahlawan. musik mereka menyuarakan isi hati banyak orang, liriknya bagus, pendalamannya luar biasa, musik dan klip selalu digarap dengan sangat-sangat serius, mereka adalah pahlawan yang sempurna.

lagi, kenapa sih chester? padahal sudah banyak orang yang terselamatkan karena kamu :(


saya sangat kehilangan :(




ps : saya sampe nangis. haha... dan saya mendengarkan playlistnya dari tadi :(



Selasa, 04 Juli 2017

Pre marriage syndrom

Jadi saya barusan browsing tentang pre marriage syndrome. Iya, tentu saja orang macam saya adalah sasaran empuk sindrom macam ini.

Jujur kepala saya berat, pengen muntah, tidak bisa konsentrasi, pengen nangis terus, merasa banyak hal tidak tepat, merasa banyak hal belum fix, dan sebagainya.

Dari artikel yang saya baca, sindrom pra nikah bisa disebabkan banyak hal. Mulai dari persiapan, pasangan, sampai keraguan.

Untuk saya masalah terbesar adalah persiapan. Pasangan saya sudah sempurna di mata saya dan keraguan juga tidak ada. Hanya hal kecil tentang persiapan ini yang justru membuat saya tidak bisa tersenyum dan rileks. Saya merasa banyaaaaaak sekali hal yang harus dilakukan. Dan saya merasa lelah.

Oke saya list saja :

Katering : done. Apakah ada yang membuat kecewa? Tidak ada insya Allah. All done.

Baju : done. Gaun saya cantik. Hanya tinggal buat terima tamu saja. Somehow saya merasa kadang orang orang terlalu cerewet, dan kalau saya mendengar kecerewetan mereka, kepala saya mendadak mendapat beban jutaan kilo.

Undangan : bisa diatasi. Ada beberapa yang kesingsal, tapi bisa diatasi.

Souvenir : insya Allah pas.

Fotografer : saya ngga suka orangnya. Alasannya : menurut saya dia selalu bicara menyakitkan hati. Seperti tidak pernah bicara dengan perempuan. Seperti batu. Seperti orang lain selalu salah. Entah bagaimana membenahi ini. Entah bagaimana mengatur emosi.

Bersih bersih rumah : unfinished work. Haha.. Tapi ini bisa dihandle lah

Beli beli barang : semi unfinished work. Hahahaha

Ah ya... Bismillah. Saya harus paham tidak ada yang sempurna. Saya harus paham ini bukan kerja satu kepala. Saya juga harus paham, ini bukan sesuatu yang kalau saya ngga suka bisa ditinggal begitu saja.

Belajar ya nduk.. Belajar ya....

Rabu, 21 Juni 2017

3122

Dari dulu saya sempat mikir, apakah saya akan menikah di usia ke 31? Dan apakah suami saya akan lahir di tanggal 31? Yes, been lookin and waitin for that.

Kenapa 31? Karena plat si Ibrit, motor yang sudah seperti manusia itu said so. 3122. Entah kebijakan kepolisian atau dishub, tapi meskipun sudah seharusnya ganti nomor baru, Ibrit tetap saja setia dengan 3122 nya. Dan karena bayang bayang plat ini juga, saya cinta setengah mati dengan angka 4. Dan memang banyak hal penting di hidup saya berhubungan dengan angka 4.

Ah ya, sudah tanggal 22 lagi. Tapi entah kenapa rasanya tidak spesial ya.. Hahaha.. Mungkin karena semalaman saya demam dan sampai sekarang tonsil saya masih sakit, sehingga mood saya juga ngga seberapa bagus.

Anyway, selamat ulang tahun saya. Selamat bertambah dewasa. Selamat belajar menjadi orang yang lebih sabar, yang ngga gampang panik, yang kalem, yang bisa menyeimbangkan banyak hal. Selamat belajar melakukan banyak hal sekaligus, selamat belajar menjadi istri yang menyenangkan dan menenangkan, selamat belajar menurunkan ego, selamat mempelajari banyak hal baru sebentar lagi. Semoga acaranya nanti lancar (karena jujur, cuma itu yang ada dalam kepala saya saat ini), diberi pernikahan yang diridhoi dan penuh berkah, langgeng, bahagia dan menenangkan.

Semoga apa lagi ya? Haha.. Ah ya, untuj saat ini saya punya wishlist baru. Semoga nantinya saya bisa berkolaborasi dengan suami saya untuk banyak hal termasuk yang berkaitan dengan pekerjaan kami. Hihi, saya membayangkan kami akan bekerja sama. <3

Ah ya, semoga saya segera punya semangat besar untuk buka toko online, sebelum toko online dikenai pajak pemerintah.. Haha..

Well, ini adalah ulang tahun paling absurd dan tidak menye menye yang saya miliki belakangan. Terima kasih Hidup :*

Selamat 3122 saya :D

Ps :
1. Saya ngado sesuatu untuk diri saya sendiri. Hahahaha.. Semoga barangnya segera datang dan bermanfaat. Dan saya jauh lebih rajin. Dan bisa dipakai untuk menghasilkan uang. Hihi :p
2. Nanti perawatan ah.. Anggap saja tahun ini kado dari diri sendiri banyak :p
3. Thanks Life :*

Rabu, 14 Juni 2017

The Answer

karena menikah bukanlah jawaban atas semua pertanyaan ketika anda masih lajang. meskipun semua lajang mengharapkan demikian.

somehow menikah berarti masalah anda bertambah, kepala anda menjadi lebih pusing, semakin banyak hal yang dipikirkan, kenyamanan-kenyamanan yang berkurang sekaligus bertambah, and so on, and so on. tapi saya masih ingin melakukannya.

beberapa hari belakangan, saya disibukkan dengan usaha mencari kosan. ah....sungguh mencari kos adalah hal paling menyebalkan. saya sudah sering bercerita berkali-kali bahwa mencari kos itu ibarat mencari jodoh. susah-susah gampang. bisa jadi kita langsung ketemu, bisa jadi kita harus berputar-putar, putar balik, jalan lurus, belok kiri, tersesat, kemudian ketemu begitu saja. dan somehow, itu tidak menyenangkan. melelahkan. tapi, ya itu bagian yang harus dilewati.

belum lagi saya kepikiran barang-barang saya yang luar biasa banyak, dan saya tidak tahu bagaimana harus mem-packingnya, sepeda pancal saya, buku-buku yang berat itu. ya Allah.. kadang membayangkannya saja sudah sedemikian berat. ada perasaan begah, malas sekali pindah, malas keliling mencari tempat baru, adaptasi dengan tempat baru, malas kesasar, malas mengetuk satu persatu pintu untuk melihat apakah tempatnya sesuai atau tidak, dan Allah.. sungguh membayangkannya rasanya sudah mual...

saya masih ingin melakukannya. saya masih ingin tinggal satu rumah dengan suami saya nantinya. tapi sungguh...

ya, mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. ini harus segera dibereskan. semangat.




.


Btw, nulis tentang wedprep ini seru juga ya :D
btw juga, gaya bahasa saya berubah lagi :P
Diberdayakan oleh Blogger.

Gallery

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *