setiap pagi saya masih bingung membiasakan diri dengan tiadanya rutinitas. gampangnya mungkin ini disebut dengan post power syndrome mungkin ya.
kuasa-kuasa yang pernah kita miliki, sekarang tidak lagi.
ada perasaan kosong. ada perasaan sedih. ada perasaan menyesal. ada perasaan apa ngga sia-sia sekolah 4 tahunku?
tapi,
kalau boleh jujur, hidup saya lebih tentram sekarang. situasi rumah membaik. saya justru merasa lebih bisa berkontribusi pada rumah tangga. ada hal-hal yang tidak dulu tidak bisa saya lakukan tapi sekarang saya bisa melakukannya. mendukung suami saya, terutama.
di titik ini, saya bangga mengambil keputusan untuk resign.
.
tapi bicara tentang sekolah yang sia-sia, iya, memang rasanya sia-sia sekali saya sekolah tinggi sampai S3 tapi ngga jadi apa-apa istilahnya ya. hanya, entah kenapa, entah firasat, entah kesombongan, entah karena saya punya kepercayaan mutlak pada Hidup, saya percaya hidup saya tidak akan berhenti di sini.
mungkin, akan sulit bagi saya menjadi dosen (kembali). di Indonesia.
tapi Gusti Allah ngga menciptakan dunia isinya Indonesia saja kan, dengan peraturannya yang ya..
.
saya masih berharap saya bisa menjadi dosen lagi, bisa ngajar dan meneliti lagi (hal-hal yang paling saya sukai).
ya, saya sepertinya akan fokus di sana. mencari lowongan sebagai remote lecturer, adjunct professor, atau mungkin saya bisa kontak editor jurnal siapa tahu di kampusnya lagi butuh dosen remote, kan?
.
terdengar muluk-muluk.
.
tapi ngga ada yang tau kan?
.
semoga, tidak butuh lama bagi saya untuk menyematkan afiliasi asing di bawah nama saya. aamin.
