Thursday, 26 February 2026

Life after resign: Jurnaling Day 3

Saya selalu baik-baik saja, kecuali kabar datang dari tempat kerja lama saya. Semuanya selalu terasa sesak dan berat :(

Jujur kemarin saya tidak tahu harus menulis apa, karena semua terasa baik² saja. Apalagi hari sebelumnya saya memutuskan keluar dari beberapa grup whatsapp. Perasaan saya luar biasa lega. Sesuatu yang tidak bisa diungkapkan kata-kata 🥹

Lalu tiba-tiba saja datang berita lagi, kepala saya pusing luar biasa, saya mual, saya merasa dunia saya gelap lagi, sempit lagi. Suffocating ☹️

Saya merasa saya sudah tidak bisa apa-apa. Saya merasa kecil dan tidak mampu. Saya merasa dikerdilkan dan diasingkan sekali ☹️

Malamnya saya bilang ke suami: Apa masih ada yang mau mempekerjakan saya ya? Rasanya ingin nangis sekali 😭

Tapi, begitulah misteri hidup.

Saya bangun sahur terlambat. Melihat jam di hp, ternyata ada email. Dari salah satu publisher jurnal paling top sedunia 😭😭😭

Ya Allah 😭😭😭

Saya mendapat panggilang interview via phone untuk posisi assc. editor. Di jurnal Q1, publisher top dunia. Yang mewawancarai adalah EIC-nya langsung. 

Ya Allah 😭😭 Ya Allah 😭😭😭😭

Saya tahu kemungkinan diterimanya antara nol koma sekian hingga tidak mungkin, mengingat siapa saya dan apa jurnalnya dan kaliber jurnalnya sendiri 😭😭😭

Tapi.. sedikit harapan itu sudah cukup membuat saya merasa hidup. Membuat saya bisa melipat handuk dengan rapi dan berkeinginan membersihkan rumah, merapikan semua hal yang berantakan. Ini seolah mencerminkan hati dan pikiran saya. 

Ya Allah saya masih belum percaya 😭😭😭

Mungkin memang ini bukan apa-apa. Mungkin juga ini cuma sesuatu yang sepele. 

Tapi menjadi orang yang dipertimbangkan saja, menjadi orang yang mendapat waktu orang lain saja, itu sudah cukup menjadi bekal untuk hidup lebih baik satu hari lagi 😭😭😭😭


Terima kasih ya Allah 😭😭😭

Saya akan fokus belajar bahasa Inggris sebelum jadwal interview nanti. Doakan lancar ya.. apapun hasilnya saya berserah, saya hanya ingin menunjukkan bahwa waktu yang mereka berikan untuk saya tidak sia sia


😭😭😭😭

Tuesday, 24 February 2026

Life after resign: Jurnaling Day 1

hai apa kabar?

hidup saya setelah resign? baik-baik saja sebenarnya. tapi ya ngga baik-baik amat sih. apalagi kalau tiba-tiba ada teman yang telp atau kasih kabar tentang bagaimana nama saya di ****** lama dan proses resign yang dianggap emosional. 

pada banyak hal saya paham jika mereka menjelekkan saya atau apalah itu namanya ya. tapi di sisi lain emosi saya juga valid. saya tau itu. 

sebenarnya ada banyak sekali rasa yang berkecamuk paska resign. dan saya sudah berencana akan menuliskannya dengan runut. 

well, mungkin emosi saya masih belum stabil. saya masih berusaha mencerna dengan baik semuanya. 

kelak, semoga saya bisa bercerita lebih runut tentang ini semua :)


yang pasti sekarang, saya selalu menyukai pagi. saya tidak sabar menyiapkan tetek bengek keperluan suami dan anak berangkat kerja dan sekolah, dan kemudiaaaannnn jeng jenggggg... saya siap berkeliling GOR Mojokerto setelah mereka semua berangkat. hahaha...

waktu jalan menjadi waktu yang saya nantikan sekali. saya menikmatinya. saya menyukainya. dan saya bersyukuuuurr sekali bisa merasakannya :)

ah ya sebelum update tentang apa yang akan saya lakukan setelah ini, saya mau cerita sedikit. 


jadi kemarin seorang teman telp. dia bilang nama saya mungkin sudah di black list sepertinya. jadi kemungkinan akan berat bagi saya untuk menjadi dosen di sini :)


ah entah, kenapa himpitan ekonomi seolah menjadi dosa besar yang saya sandang? hahaha!


tapi sudahlah. berlin bilang, saya harus berhenti meratap dan menatap ke depan saja. jangan terlalu banyak menjelaskan, malah bikin hati jadi sesak. 

saya kira dia benar. 

mungkin setelah ini saya akan mulai belajar lagi. saya harus punya sertifikasi lain. ya, kalaupun saya ngga ngajar di sini, saya mungkin akan coba ngajar di luar negeri? who knows kan ya? :)

jadi mungkin, akan ada beberapa sertifikasi yang saya ikuti: online teaching (?), bahasa inggris tentu saja, dan research methode. entah saya benci sekali dengan angka-angka metodologi tapi itu justru membuat saya tertantang. 


well, apapun itu mari saling mendoakan dalam kebaikan :) 


semoga hidup kita semua membaik :)


PS: SAYA TIDAK MENYESAL SAMA SEKALI MENGAMBIL KEPUTUSAN UNTUK RESIGN. NO SINGLE REGRET AT ALL :)