Jujur kemarin saya tidak tahu harus menulis apa, karena semua terasa baik² saja. Apalagi hari sebelumnya saya memutuskan keluar dari beberapa grup whatsapp. Perasaan saya luar biasa lega. Sesuatu yang tidak bisa diungkapkan kata-kata 🥹
Lalu tiba-tiba saja datang berita lagi, kepala saya pusing luar biasa, saya mual, saya merasa dunia saya gelap lagi, sempit lagi. Suffocating ☹️
Saya merasa saya sudah tidak bisa apa-apa. Saya merasa kecil dan tidak mampu. Saya merasa dikerdilkan dan diasingkan sekali ☹️
Malamnya saya bilang ke suami: Apa masih ada yang mau mempekerjakan saya ya? Rasanya ingin nangis sekali ðŸ˜
Tapi, begitulah misteri hidup.
Saya bangun sahur terlambat. Melihat jam di hp, ternyata ada email. Dari salah satu publisher jurnal paling top sedunia ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Ya Allah ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Saya mendapat panggilang interview via phone untuk posisi assc. editor. Di jurnal Q1, publisher top dunia. Yang mewawancarai adalah EIC-nya langsung.
Ya Allah ðŸ˜ðŸ˜ Ya Allah ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Saya tahu kemungkinan diterimanya antara nol koma sekian hingga tidak mungkin, mengingat siapa saya dan apa jurnalnya dan kaliber jurnalnya sendiri ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Tapi.. sedikit harapan itu sudah cukup membuat saya merasa hidup. Membuat saya bisa melipat handuk dengan rapi dan berkeinginan membersihkan rumah, merapikan semua hal yang berantakan. Ini seolah mencerminkan hati dan pikiran saya.
Ya Allah saya masih belum percaya ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Mungkin memang ini bukan apa-apa. Mungkin juga ini cuma sesuatu yang sepele.
Tapi menjadi orang yang dipertimbangkan saja, menjadi orang yang mendapat waktu orang lain saja, itu sudah cukup menjadi bekal untuk hidup lebih baik satu hari lagi ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Terima kasih ya Allah ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Saya akan fokus belajar bahasa Inggris sebelum jadwal interview nanti. Doakan lancar ya.. apapun hasilnya saya berserah, saya hanya ingin menunjukkan bahwa waktu yang mereka berikan untuk saya tidak sia sia
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
0 comments:
Post a Comment