Saya senang dengan pekerjaan saya. Senang sekali. Sangat senang. Tim saya rata rata masih muda. Sat set. Kerjaan enak walaupun loadnya sangat sangat banyak dan menuntut ketelitian tinggi. Rules dan roles jelas. Semuanya enak. Masalah di kerjaan saya hanya satu: SAYA. Iya, sulit sekali bagi saya mengikuti pace anak anak muda yang cepat tanggap dan ngga klunak klunuk seperti saya. Padahal untuk ukuran orang di sini saya termasuk sat set sih, tapi bekerja di sana rasanya level saya jauh tertinggal.
Masalah lainnya adalah: SAYA.
Ya, saya terlalu berbahagia dengan pekerjaan saya, saya terlalu membenci pekerjaan lama saya, saya terlalu dendam kepada mereka. Akibatnya, saya jumawa sekali. Berkali kali saya dengan sangat sadar membuat postingan yang sengaja membuat panas, dan menurut saya sengaja meremehkan mereka (orang² yang saya benci di pekerjaan lama saya), berkali kali berkomentar pedas.
Saya haus validasi. Sangat haus validasi.
Saya ingin mereka menyesal. Saya ingin mereka tau bahwa hidup saya TERAMAT SANGAT BAIK BAIK SAJA TANPA MEREKA. DAN MEREKA TELAH KEHILANGAN ASET BERHARGANYA (BACA: SAYA).
Saya lupa satu hal. Ada yang namanya mental korban. Ada yang namanya mental pelaku.
Saya lupa, selamanya nilai saya di mereka ngga akan berubah. Selamanya mereka akan menilai saya sebagai orang tidak mau bersyukur, tidak mau mengabdi, sok, dan entahlah apapun itu.
Ya, selamanya saya hanya akan dicap sebagai orang salah.
Sementara saya mati matian menunjukkan kepada mereka bahwa saya baik baik saja, tapi mereka tidak akan memandangnya demikian.
Mungkin mereka benar. Hahaha.
Iya, sudah saatnya saya menyerah mengurusi mereka. Sudah saatnya saya berhenti yap yap. Sudah saatnya saya tidak tertrigger.
Fokus saya sekarang adalah harusnya apa yang saya punyai:
Pekerjaan dengan load tinggi itu
Anak anak dan suami
Dan yang terpenting kesehatan saya
Kadang saya mikir: sudahlah, hapus saja semua sosmed itu. Ngga perlu tau urusan orang lain, ngga perlu ikut²an komen, ngga perlu pamer pamer as if hidup kamu yang paling penting dan paling bahagia. Tapi saya bingung, kalau ngga sosmed an saya ngapain ya? Hahaha
Rasanya pengen kembali seperti dulu, membaca atau apapun. Tapi setelah membaca rasanya hasrat untuk pamer itu besar sekali. Sangat sangat besar sekali.
Padahal ya, hidupmu ngga sepenting itu.
Hemm.. entahlah. Atau saya balik saja ke blog ini. Rasan rasan di sini seperti yang dulu dulu. Cerita tentang manifestasi manifestasi tidak masuk akal di sini.
Ya, boleh juga sih.
Btw saya akan mulai urus member gym bulan depan. Doakan konsisten dan semoga saya bisa mengatur waktu dengan baik. Dan semoga saya kuat ngga pamer pamer hahaha. Saya sudah tidak memburu turun berat badan. Rasanya terlalu sulit. Saya hanya benci dengan postur tubuh saya yang bungkuk sekarang karena kebanyakan duduk. Ya, semoga bisa konsisten ya.
Termasuk konsisten escape di sini saja. Biar saya ngga jadi orang pameran padahal yang dipamerin juga ngga penting penting amat.
Oke, see u then! Sekarang mari bekerja! :)
Btw kapan kapan saya akan bercerita tentang pekerjaan saya, ya! :)
0 comments:
Post a Comment