Saturday, 7 March 2026

Life after resign: The accepting phase

Pada tahap ini saya sudah menyerah untuk memikirkan tentang mereka. Dan saya harap saya tidak akan mendengar kabar mereka lagi atau tidak akan berhubungan dengan mereka lagi. 

Saya hanya ingin fokus dengan diri saya sendiri. 

Pada tahap ini saya sedang merasa, Tuhan mungkin sedang diam-diam mengabulkan doa yang saya lantunkan pelan. Doa doa yang terasa tidak mungkin terwujudkan karena ya saya sadar diri siapa saya. 

Biar saya cerita tentang sesuatu. 

Jadi pekerjaan pertama saya dulu adalah saya kerja di pabrik di perusahaan Korea. Gaji saya dollar waktu itu. Tiap kali terpuruk, saya selalu mbatin: ya Allah kapan ya aku digaji dollar lagi 🤣 Sungguh pekerjaan pertama saya adalah pekerjaan yg menyenangkan secara gaji 🤣 standardnya tinggi sekali. Rekan² saya dulu mungkin sekarang gajinya sudah dua digit semua. And im happy for them tentu saja.

Lalu pekerjaan ke dua saya, hampir 80% klien saya adalah orang asing. Sayanya aja yang bodoh dan naif waktu itu. Kenapa ngga bisa memanfaatkan itu semua 🤣 Saya senang bercakap dengan orang asing, saya senang ketika mereka paham maksud saya. Saya senang ketika bisa bercerita dengan mereka dan tahu hal hal baru. Semua itu menyenangkan. Sering saya berharap: kapan ya saya bisa mengalami tongue twist lagi 🤣

Pekerjaan ketiga, skip. Saya ngga suka dan ingin saya hapus dari ingatan tentang pekerjaan ini 🤣

Pekerjaan ke empat, I was corporate girlie. Seneng banget kerja di shipping line gede yang bener² kek kerja korporat kaya orang² di kota besar dengan kantor bagus, lanyard, orang² yang wangi dan dress well, high heels. Ugh, I miss those high heels moments so so much 🤣🤣🤣

Lalu saya meninggalkan pekerjaan ke lima saya dengan perasaan dendam. Hahahaha. Ya, semoga saya bisa memproses perasaan ini dengan baik ya. Be it with kindness or anger 😁😁😁

Dan sekarang saya sedang dalam proses mencari pekerjaan. Saya kira remote working adalah hal yang tepat. Since karena yang saya cari adalah saya memang ingin tetap dekat dengan keluarga, tapi tetap menghasilkan. Dulu saya pikir dengan S3 semuanya akan mudah, tapi ya.. sudahlah. 

Anddd...

Saat ini memang saya sudah dapat remote work. Recehan sih. Recehan banget. Jadi AI trainer. Tapi perusahaannya komit banget saya suka. Part lain yang saya suka juga adalah karena gajinya Dollar dan saya punya ewallet dollar sekarang. Hehehe. Receh banget dollarnya tapi saya seneng ya Allah 😭😭🤣🤣 Tiap hari saya ngimpi kurs Dollar menguat biar tabungan saya jadi banyak 🤣🤣🤣

Anndddd another magic happen..

Saya baru dapat offering letter kemarin. Dari perusahaan Singapura. Kerjaannya jadi trainer untuk corporate client. Gajinya SGD per project memang. Dan remote 

Well, can u see the red line 😭😭😭

Tuhan sedang membentuk Hidup baru saya pelan pelan 😭😭😭 sesuai dengan apa yang saya batin selama ini 😭😭😭😭

Dannn... 

Minggu depan saya akan ada wawancara dengan penerbit Inggris untuk jadi associate editor dengan work term: contract bukan per project. Artinya kalau saya ketrima saya akan dapat gaji bulanan. Dalam dollar 😭😭😭😭

Doakan interview saya minggu depan lancar ya... 

Well alasan terbesar saya resign adalah keluarga. Saya ingin hidup keluarga saya baik baik saja. Saya ngga ingin jadi ibu yang berangkat sebelum anak bangun dan pulang dengan rasa lelah luar biasa. Saya ngga ingin jadi istri yang menimpakan mayoritas tanggung jawab rumah ke suami. Saya ngga ingin jadi beban dengan kontrak tidak adil yang harusnya saya tanda tangani. Saya hanya ingin keluarga saya berfungsi dengan baik dan tidak mengorbankan siapapun 🥹🥹

Dan mungkin hanya Allah yang bisa menerima alasan ini dan kemudian membuka jalan jalan lain dan pintu pintu lain lebar lebar 😭😭😭😭😭

God is good 😭😭😭


0 comments:

Post a Comment