Wednesday, 11 March 2026

Life after resign: the sad part

2 hari ini saya sedih. Rasanya seperti ada sesuatu yang menggelayut di kepala saya. Rasanya pengen nangis tapi ngga bisa nangis. Penuh sekali :(

Saya tidak tahu apakah ini bagian dari saya menyesali keputusan resign saya atau bagaimana. Saya tidak tahu apakah ini karena saya sedih identitas saya tercerabut dari saya. Saya tidak tahu apakah ini karena saya sedih karena surat pemberhentian tidak hormat dan bagaimana saya kerja nantinya dengan surat ini :( *walaupun sepengalaman saya surat pemberhentian ini jarang diminta sih. 

Saya sedih sekali :( apakah hidup saya akan berakhir seperti ini? Walaupun di sisi lain saya juga ngga mau hidup dengan gedabrukan pagi, ngamuk i anak² karena saya terlambat, macet rebutan tempat duduk dan panas dalam bis dan udara surabaya yang naudzubillah, serta ke kampus ngga jadi apa dan ngga ngapa²in, lalu pulang dalam kondisi cape dan lagi² pelampiasannya ke rumah :( Tidak itu lebih buruk. 

Ah ya mungkin yang saya sayangkan adalah karena kutubnya terlalu ekstrim dan saya tidak bisa handle itu. Iya benar, akhirnya saya menemukan kalimat yang tepat untuk menggambarkan ini semua. Kutub yang saya alami sekarang terlalu ekstrim. Benar² seperti utara selatan, tidak ada timur barat di antaranya. 

Kutub yang ekstrim
Ya, saya pikir dulu kondisinya akan tidak seburuk ini ketika resign. Saya pikir saya masih bisa jadi dosen di kampus kecil. Saya pikir saya masih bisa apply² ke mana². Tapi nyatanya saya seperti diberi hukuman mati. Surat yang diberikan nampak benar² seperti hukuman mati. 

Sesak sekali. 

Dan sialnya saya tidak memprediksikan kondisi ini. Saya kira hal terburuk adalaj finansial. Tapi pikiran bahwa kita dimatikan itu ternyata lebih buruk. Pikiran bahwa setelah ini kita tidak bisa kemana mana itu jauh jauh lebih buruk. 

Iya saya tahu dan masih sangat² percaya kalau buminya Gusti Allah ini luas. Tapi ada kalanya ketika yang kita hadapi akhir² ini begitu menyesakkan, rasanya seperti apakah memang seperti keadaannya; seperti apakah ini akan selamanya :(

Hhhehhhmmmm

Doakan saya ya. Doakan saya segera dapat pekerjaan lagi. Doakan saya segera ada rutinitas lagi :( Supaya saya merasa bahwa saya belum mati dan mereka tidak bisa mematikan saya :(

0 comments:

Post a Comment