Monday, 20 June 2022
Friday, 3 June 2022
bullied
Monday, 14 March 2022
Laki laki paling sempurna
saya tahu saya sering bertengkar dengannya, saya sering nggondok, saya sering marah, saya sering marah ngga jelas, dan melakukan banyak hal yang menyebalkan.
and so did he.
dalam beberapa hal saya pikir dia juga memiliki taraf menyebalkan yang sama dengan saya.
tapi beberapa hal lain, saya pikir, dia bahkan di luar kriteria sempurna yang pernah saya bayangkan. dia melebihi itu :')
.
sejak menikah saya sudah mengalami banyak hal. post partum depression berkepanjangan, ditambah proses perubahan wfo menjadi wfh, dari orang yang sudah dandan cantik sejak jam 4 pagi menjadi ibu-ibu mbladus yang jelek luar biasa, keguguran, beasiswa, dan mungkin rentetan peristiwa kecil yang banyak membuat jiwa saya bergolak.
dan sampai saat ini dia masih bertahan :') dan di sisi lain sayapun demikian, ya karena saya tidak menemukan alasan yang cukup untuk benar-benar tidak menyukainya. dan kenapa saya harus membutuhkannya?
beberapa bulan ke belakang dan mungkin ke depan, jadwal kuliah saya semakin padat. tugas semakin menggila. saya semakin tidak bisa mengatur waktu dan menentukan prioritas. semakin sering merasa gagal menjadi manusia (menjadi ibu, istri, mahasiswa, dosen).
alih-alih mengeluh, dia menawarkan untuk membawa Fafa bekerja bersamanya. saya tidak tahu pasti lingkungan kerjanya. tapi dia laku-laki loh :') dan dia mau melakukan itu :') kadang saya pengen nangis, betapa berdosanya saya :')
ini hanya demi ego saya kan? :')
.
dulu saya pikir saya butuh laki-laki yang selalu bisa membuat saya tertawa, karena saya adalah manusia paling serius sedunia. nyatanya saya tidak butuh itu :') saya justru butuh laki-laki yang bisa mendukung saya, dan dia melakukannya lebih dari sempurna :')
.
walaupun dia tidak pernah singgah ke sini, saya harap dia tahu saya bersyukur sekali bisa hidup bersamanya :') dan semoga paling tidak, sesekali dia juga merasakan hal yang sama :')
ps: biasanya habis nulis cinta-cintaan gini nanti terus tengkar sik :))) ah, semoga tidak. pengen sayang-sayangan sajalah :') he did too much :')
Saturday, 5 March 2022
Kehilangan F
Tuesday, 15 February 2022
cukup
Wednesday, 9 February 2022
Kukira kau rumah
Sunday, 16 January 2022
Berdamai dengan diri sendiri
Tuesday, 28 December 2021
RESOLUSI?
So, here we are. mendekati akhir tahun. dan seperti biasa, kita akan berpikir untuk memperbaiki banyak hal yang acakadut pada tahun-tahun sebelumnya.
tahun kemarin adalah tahun yang jumpalitan untuk saya. saya pikir saya merasa kelelahan fisik dan mental yang luar biasa. pandemi berdampak nyata memang. lalu saya putar balik impian. yang sebelumnya pengen apply kuliah di Norway, ganti ke unair saja untuk meminimalisir drama. dan alhamdulillah saya mengambil keputusan yang tepat. walapun beasiswa itu sendiri adalah perjuangan luar biasa, tapi alhamdulillah saya berhasil melaluinya.
tahun kemarin adalah tahun yang berat. sangat berat.
lalu, bagaimana dengan tahun depan?
entah. saya sudah tidak kepingin aneh-aneh lagi.
saya cuma pengen hidup lurus dalam segala hal. sudah ngga kepingin punya mimpi macem-macem lagi.
cuman pengen hidup dengan lebih banyak sayur dan masakan rumahan. lebih banyak bergerak.
dan yang paling penting:
lebih banyak mencintai diri saya sendiri. mencintai Fafa seutuhnya, mempercayai semua proses yang dilalui Fafa, dan mengurangi teriakan atau kemarahan karena saya lelah. dan tentu saja, saya ingin mencintai laki-laki saya lebih banyak. lebih lebih banyak.
dan jika masih diberikan kesempatan, semoga saya bisa publish Q1 tahun ini. amin.
dan tentu saja, semoga kami bertiga (Atau ber-empat) bisa hidup berbahagia dalam waktu yang sangat lama.